Cara okulasi buah durian

Untuk memperoleh bibit durian yang unggul atau hasil buah durian yang dikehendaki, maka sebaiknya disiapkan bibit durian sedini barangkali. 

di antara langkah memperoleh bibit yang baik yakni di antaranya dengan langkah “okulasi”. okulasi pada bibit durian supaya anda sukses sebaiknya mencermati langkah yang pas, disamping teknik sambung pucuk, okulasi yaitu yang sangat mudah dikerjakan. cuma saja langkah serta langkah-langkahnya mesti cocok supaya sukses cocok yang diinginkan.

Menentukan mata tunas. 
ketepatan menentukan mata tunas yang dapat ditempel adalah di antara kunci kesuksesan okulasi. mata tunas yang dipilih mesti yang punya potensi tumbuh. ciri-cirinya ? pada tanaman jambu serta mangga, tentukan mata tunas yang telah keluar tunas kecil.
sesaat untuk tanaman durian, dianjurkan mata yang sekalipun belum bertunas. untuk durian kerap disiasati dengan langkah perompesan/pelerengan. langkahnya ? pangkas habis daun pada pucuk pohon durian. perompesan daun dapat meningkatkan tumbuhnya tunas baru. nah, tunas baru tersebut yang dapat digunakan.

Langkah menyayat
cermati juga langkah bikin sayatan batang induk serta batang atas. kayu dari pohon induk tidak bisa tersayat. apalagi kambium, sejenis lendir licin yang melekat pada kayu induk tidak bisa hilang. soalnya kambium berperan untuk lalu-lintas makanan dari daun ke tubuh tanaman. bila kambium hilang suplai makanan ke mata tempel tak ada. tunas baru lalu tidak akan tumbuh.
tidak bisa ada kayu yang tertinggal di kulit mata tempel. agar mudah saat membuat sayatan, potong cabang yang dapat di ambil mata tempelnya. siapkan dulu mata tempel dari cabang atas. baru lantas sayat pohon induk. tujuannya supaya kambium tidak kering. gunakanlah pisau yang tajam serta steril agar hasil sayatannya rapi serta higienis.

Langkah mengikat
mengikat mata tempel juga tidak bisa sembarangan. ikatan mesti rapat hingga angin serta air tidak dapat masuk ke tempelan. mesti cocok, tidak bisa terlampau kencang tidak juga terlampau longgar. kulit mata tunas melekat dengan prima telah cukup. bila terlampau kencang, dapat tercekik.

mata tunas bisa turut ditutup, bisa juga tidak ditutup. mata tunas yang ditutup mempunyai berlebihan. masalah dari luar, terlebih air tidak dapat masuk. namun ikatan pada mata tunas tidak bisa kencang ( mesti kendur ). agar tunas dapat tumbuh. bila mata tunas tidak ditutup mesti dipastikan air tidak menyentuh tempelan. soalnya, entres dapat busuk bila terkena air.

Ketepatan serta kecepatan kerja
pada saat lakukan okulasi, kerja mesti cepat. sayatan di pohon induk tidak bisa terlampau lama di hawa terbuka. begitupun dengan sayatan mata tempel. bila terlampau lama kambium pada kayu dapat kering. supaya kerja dapat cepat serta tidak terganggu, baiknya siapkan seluruh alat serta bahan yang diperlukan terlebih dulu.

Supaya pada saat bekerja tidak lagi butuh mencarinya alat
yang diperlukan. siapkan dulu mata tempel, baru sayat batang induk. ada lagi langkah untuk menyiasati kelambatan kerja. bekerjalah di area yang teduh. baiknya kerjakan saat pagi atau sore hari. terik matahari pasti dapat mempercepat, kambium jadi kering. baiknya tempatkan hasil okulasi di area teduh. tak hanya hindari terik matahari, juga supaya tidak ada air yang masuk ke sambungan.